Lain masjid, lain kegiatan dalam mengisi hari libur peringatan Isra Mi’raj 1428 H hari sabtu yang lalu. Di masjid Ar-Royyan, diadakan sebuah kerja bakti ( kalo boleh dibilang begitu, karena tidak hanya tukang saja yang berperan aktif dalam menyelesaikan pengecoran tahap 1 masjid Ar-Royyan ) yang diikuti oleh pengurus DKM Ar-Royyan, warga dan simpatisan disamping tukang yang memang diikutsertakan peran aktifnya. Dari yang usia muda hingga yang usia tua, seperti pak Nurmin yang mungkin akan lebih dikenal dengan istilah beliau “balok tahu” nya … yang ikut dan berpartisipasi kemarin pasti tahu apa maksudnya. Adanya pak Nurmin menjadi penyemangat bagi yang muda untuk tetap bahu membahu bekerja dalam pengecoran. Malam haripun, tak disangka bapak kita yang satu ini masih tetap datang dan ikut turun walau sebentar ( karena udara dingin diatas dan juga sudah banyak bantuan dari yang lainnya ). Bahkan anak-anak dengan penuh keikhlasan hingga mengejar para pengendara baik motor maupun mobil untuk sekedar menarik sumbangan pembangunan Masjid Ar-Royyan ( yang diawali dengan penyediaan 2 buah kropak kaca di salah satu sisi jalan Akses Ar-Royyan ). Alhamdulillah, kabar terakhir yang saya dapat terkumpul dana sekitar 500 ribu-an pada saat kegiatan pengecoran masjid Ar-Royyan yang berakhir hingga pukul 21.30 malam.
Kegiatan yang awal mulanya diawaki oleh sekitar 20-an tukang dan dipimpin oleh pak Holil Lubis sebagai penanggungjawab pelaksana pembangunan Masjid Ar-Royyan, dikarenakan dan dirasa tidak memadai, akhirnya dengan penuh keikhlasan dibantu oleh pengurus DKM Ar-Royyan ( termasuk ketua Umum DKM Ar-Royyan dan ketua panitia pembangunan Masjid ikut turun tangan ), warga dan jamaah masjid Ar-Royyan ikut aktif bahu membahu dan bekerjasama dalam mengccor masjid Ar-Royyan.
Disela-sela gotong royong tersebut terkadang muncul teriakan-teriakan penuh semangat dan lebih dominan dari para tukang untuk memberikan semangat baru dan sedikit mengurangi rasa jenuh dan lelah, terlebih ketika malam hari riuh semangatnya lebih ramai ketimbang pagi dan siang hari.
Yang namanya bekerja “keras” tentunya perlu ada dorongan “vitamin” untuk penyemangat dan penambah energi. Nah, hal tersebut ditopang oleh ibu-ibu dari Majelis Taklim kaum Ibu Masjid Ar-Royyan yang juga bahu membahu dan merupakan swadaya dari mereka, termasuk mengalirnya juga sumbangan makanan dan minuman dari warga yang memang giliran ataupun memang ingin berbagi kebersamaan dalam rangka meraih pahala yang tentunya juga akan berlipat ganda ( sama halnya dengan sumbangan dana tentunya ).
Walaupun di selingi oleh adanya undangan Aqiqah anaknya pak Nusirwan ba’da ashar, kegiatan pengecoran masjid Ar-Royyan tetap berlangsung tanpa henti. Bergonta ganti personil dan bergonta-ganti aktivitas ( hayo …. ember-embernya dikumpulkan dan di”lempar” ke bawah untuk diisi kembali … terus dan terus …. ).
Malam harinya bertambah “darah segar” dari Sutris dkk ( tukang pelaksana pembangunan perumahan Sari Gaperi ) dan beberapa warga yang baru ikutan dan dapat kesempatan mengambil pahala, bahkan ada juga yang berkain sarung ( habis sholat maghrib ) ikut bahu membahu menyelesaikan 1/3 bagian akhir. Tak terasa …. pada sekitar pukul 21.30 pengecoran masjid Ar-Royyan ( tahap 1 ) selesai dan selanjutnya diberikan juga energi ” makan malam ” yang diawaki oleh ibu-ibu ( dipimpin oleh bu Amir ). Bahkan makan malam ini merupakan makan yang ketiga ( sebelumnya siang dan sore juga ada makan “berat” yang hasil swadaya warga ).
Yang membuat ‘trenyuh’ adalah Sutris Dkk yang membantu tahap akhir penyelesaian pengecoran ketika akan diberikan uang lelah mereka tidak mau menerimanya, dan dikembalikan saja ke dana kas pembangunan masjid Ar-Royyan. Alhamdulillah …. , mungkin tanpa mereka bukan tidak mungkin akan selesai mendekati hari ahad ( 12 Agustus 2007 ) karena begitu lelahnya tukang-tukang yang sebelumnya sejak pukul 08.00 pagi bekerja dalam menyukseskan pengecoran Masjid Ar-Royyan.
Tinggal sekarang, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mencari dana untuk segera menutup kas bon material yang hampir mencapai 20 juta-an ( kalo nggak salah ) yang setelah lunas nanti akan kembali melakukan kas bon material untuk melanjutkan pengecoran tahap 2 ( dalam rangka menghemat bahan baku utama pengecoran yakni bambu, kayu dan triplek yang lumayan nilainya dimana kalau terlalu lama tidak dipakai akan rusak dan terjadi penyusutan ).
Salah satu solusi penggalangan dana pembangunan masjid Ar-Royyan adalah pada saat hari libur 17 Agustus 2007 nanti yang kebetulan hari Jum’at ( sama ketika merdekanya dulu ) diadakan sebuah kepanitiaan ( baik pengurus maupun warga yang ingin berpartisipasi ) dalam penggalangan dana dengan terjun langsung ke masjid-masjid yang potensial ( bukan tidak mungkin ke Masjid At-Taawun, Puncak Bogor … khan libur 3 hari yang insya Alloh ramai yang ke atas ). Satu masjid terdiri dari 2-3 orang dengan bermodalkan proposal, gambar dan amplop / kropak berangkat ke masjid-masjid yang potensial tersebut dan mencari dana jamaah masjid lain ( dengan terlebih dahulu “sowan” ke pengurus masjid setempat ). Insya Alloh, kalau Alloh mengizinkan satu juta bukan tidak mungkin akan didapatkan dari setiap masjid yang kita datangi. Bagaimana dengan usulan ini ?
Akhirnya, dengan ucapan syukur alhamdulillah, salah satu tahap pembangunan Masjid Ar-Royyan ( yakni pengecoran tahap 1 ) sudah rampung dan hari ini mulai dilakukan pembersihan areal jalan yang sebelumnya ditutup untuk lalulintas jalan ).
Bagi mereka yang belum berkesempatan ikut pengecoran masjid tahap 1, tenang saja, masih ada tahap berikutnya yang insya Alloh akan diberitahu lebih lanjut ( bila perlu dengan undangan dan “halo-halo” seperti kemarin ).
Akhirul kalam.
wassalamu ‘alaikum wr.wb.
Agus Rasidi
yang juga ikut merasakan indahnya kebersamaan kemarin
( 13 Agustus 2007 ).
tulisan ini diketik dalam selingan kerja / aktivitas kantor dan dalam kondisi jari-jari yang masih sedikit lecet … bahkan absensi kantor ikut terganggu …
Ditulis oleh agus rasidi 