Kiat Praktis Mengajarkan dan menghafal Al Qur’an pada Anak
Juni 13, 2008Berita Seputar Islamic Book Fair 2008 di Jakarta 1-9 Maret 2008
Maret 17, 2008Ibu Negara Buka Pameran Buku Islam Jakarta-RoL– Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu, membuka pameran buku Islam yang berlangsung di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, sejak 1 Maret hingga 9 Maret 2008.
Menurut Ketua Pnaitia Kegiatan, M Anis Baswedan, pameran buku Islam atau yang disebut dngan Islamic Book Fair (IBF) merupakan salah satu upaya untuk memasyarakatkan budaya membaca di kalangan masyarakat.
“Tema yang diusung pada penyelenggaraan tahun ini adalah ‘Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat’, tema ini dipilih agar berkesinambungan dengan enam acara serupa yang sebelumnya sudah diselenggarakan sejak enam tahun yang lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, hal lain yang ingin didorong dalam penyelenggaraan pameran tahun ini adalah meningkatkan Ukhuwah Islamiyah antara umat muslim melalui membaca dan juga menggulirkan ekonomi kerakyatan. Anis menyatakan dalam penyelenggaraan tahun ini, jumlah peserta meningkat.
“Bila dalam penyelenggaraan tahun sebelumnya hanya 167 stan, maka pada tahun ini mencapai 203 stan. Peserta terdiri dari 82 perusahaan, masing-maisng 59 perusahaan penerbitan, 17 perusahaan, dan empat perusahaan media massa yang menampilkan 25 ribu judul buku, diantaranya lima ribu judul buku baru,” katanya.
Pihak penyelenggara menargetkan kunjungan masyarakat selama pameran mencapai 210 ribu orang. Selain pameran buku, penyelenggara juga mengadakan acara ‘talk show’ dengan menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Hidayat Nurwahid, Abdurrahman Wahid, Abdullah Gymnastyar, Abubakar Ba’asyir dan Arif Rahman. antara/mim
Ibu Negara Ajak Beramal dengan Buku
JAKARTA — Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh lapisan masyarakat beramal dengan menghibahkan buku-buku untuk diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu melalui program Book Drop Box.
”Amal tidak selalu dalam bentuk uang, bisa dalam bentuk buku. Jika beramal dengan buku, saya yakin amalnya akan terus mengalir sepanjang buku itu dimanfaatkan,” kata Ibu Ani saat membuka secara resmi Islamic Book Fair (IBF) 2008, di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (1/3).
Buku yang diamalkan, tambah Ibu Ani, bisa berupa buku baru maupun buku bekas. Selama ini, menurutnya, solidaritas istri kabinet Indonesia Bersatu juga sudah melaksanakan program Book Drop. ”Bagi masyarakat tidak mampu, buku akan sangat berguna,” katanya.
Ibu Ani kemudian langsung mempraktikkannya dengan memasukkan sebuah buku ke dalam Book Drop Box. Seusai membuka IBF 2008, Ibu Ani Yudhoyono secara spontan menerima dua buku berjudul Aminah dan Khadijah dari sebuah penerbit. Buku itu menceritakan ibu dan istri Nabi Muhammad SAW.
Saat ini, tambah Ibu Ani, pemerintah juga masih terus memperjuangkan pendidikan yang murah untuk anak bangsa. ”Pemerintah secara serius terus meningkatkan APBN untuk pendidikan dari tahun ke tahun, meski belum mencapai 20 persen,” jelasnya.
Gelaran IBF 2008 ini bertema Ukhuwah Membangun Kemandirian Ummat. Menurut Ketua Panitia IBF M Anis Baswedan, panitia memberikan potongan harga 20 hingga 70 persen untuk semua buku berkualitas yang dipamerkan. Tahun ini, 5000 judul buku dari 25.000 judul yang dipajang adalah buku-buku baru. ”Islamic Book Fair menjadi ajang mudah bagi masyarakat untuk mengakses pengetahuan,” ujarnya.
Dari tahun ke tahun pelaksanaan IBF mengalami peningkatan yang cukup berarti. Demikian pula dengan IBF ketujuh ini. ”Salah satu indikasinya adalah jumlah peserta yang kian bertambah banyak. Tahun ini mencapai 203 stand, tahun lalu hanya 167 stand saja,” kata Anis.
Gelaran IBF termasuk IBF ketujuh ini, tambah Anis, menjadi sebuah kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di Indonesia. Sejumlah tokoh nasional, tokoh Islam, dan perbukuan akan menghadiri beberapa acara talkshow, antara lain Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden Gus Dur, Syafei Antonio, AA Gym, Abu Bakar Baasyir dan Andrea Hirata.
Islamic Book Fiar 2008
‘Pemerintah Belum Tegas Soal Aliran Sesat’
JAKARTA–Pemerintah dinilai tidak tegas dalam memberantas kelompok aliran sesat yang beberapa tahun terakhir berkembang di Indonesia. Aliran al Qiyadah al Islamiyah ditegaskan dilarang. Namun Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sampai saat ini masih dibiarkan.
Demikian salah satu bahasan dalam talkshow di Islamic Book Fair 2008 di Geklora Bung Karno, Ahad (2/2). Acara talkshow membahas tentang ‘Mengungkap Konspirasi Asing di balik Aliran Sesat’. Hadir sebagai pembicara adalah mantan Ketua YLNHI Munarman dan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath.
Menurut Munarman, belum dilarangnya Ahmadiyah di Indonesia dikarenakan adanya campur tangan pihak asing. Merekalah yang mendesak agar Ahmadiyah tetap dilegalkan di Indonesia . ”Ketika masih di YLBH saya pernah bertemu dengan mantan Jaksa Agung, Abdurrahman Saleh. Beliau mengungkapkan presiden tidak dapat melarang Ahamadiyah karena ada campur tangan asing,” kata Munarman. Pengikut Ahmadiyah, kata Munarman, kerap berlindung di bawah ‘tameng’ HAM ketika ada massa yang meminta pelarangan Ahmadiyah.
”Pemerintah takut dikucilkan negara lain dan tidak mau dianggap melanggar HAM,” ungkap Munarman. Padahal, tambah dia, dengan membiarkan Ahmadiyah di Indonesia maka hak beragama warga lain juga telah dilanggar. Sebab Ahmadiyah mengaku Islam namun ajaran yang ada di dalamnya banyak bertentangan dengan ajaran Islam.
Dalam AD/ART Ahmadiyah dipaparkan bahwa JAI mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi terakhir, hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengimani Rasulullah Muhammad SAW sebagai Nabi Terakhir. Ihwal pelaksanaan HAM pun menurut Munarman ada pembatasan karena secara konseptual terdapat beberapa aspek yang membatasi pelaksanaan HAM, yakni tidak boleh melenggar ketertiban umum, kesehatan masyarakat serta tidak melanggar keyakinan orang lain.
Tumbuhnya aliran sesat di Indonesia, menurut Munarman, karena campur tangan asing supaya orang Islam sibuk dengan urusannya sendiri. AS memunculkan Islam versi barat, salah satunya dengan memunculkan aliran sesat.
Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa FUI telah beberapa kali mendesak departemen agama untuk bersikap tegas. Namun desakan itu belum dijawab. Ia juga menyayangkan sorotan media yang lebih banyak berpihak kepada kelompok JAI dengan menampilkan seolah mereka itu korban.
Islamic Book Fair 2008 menampilkan diskusi dan talkshow setiap hari dengan topik berbeda. Pameran buku yang dibuka Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono itu menghadirkan 203 stand dari 82 perusahaan, 59 penerbit, dan empat perusahaan media massa. Pameran ini menghadirkan 25 ribu judul buku dengan 5.000 di antaranya buku baru. tid
’70 Persen Jamaah Masjid Indonesia tak Paham Al Fatihah’
JAKARTA — Temuan mencengangkan dikemukakan Profesor Amin Aziz. Penulis buku The Power of Al-Fatihah ini mengungkapkan bahwa 70 persen jamaah masjid tidak menguasai keseluruhan arti dari surah Al-Fatihah.
”Dari hasil survei terhadap sejumlah masjid di Jakarta dan Bogor, terungkap bahwa 70 persen dari 1.500 responden tidak mengerti dan memahami surah Al-Fatihah. Seperti arti dari ayat Ihdinas sirathal mustaqim yang selama ini sering kita baca di dalam shalat,” kata Amin Aziz saat berbincang kepada wartawan di sela-sela bedah buku The Power of Al-Fatihah di arena Islamic Book Fair, Jakarta, Ahad (2/3).
Lebih jauh Amin Aziz masih menyampaikan temuan lainnya seputar kemerosotan kualitas umat Islam. Masih dari hasil survei tersebut, lelaki kelahiran Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ini mengungkapkan data bahwa hampir 90 persen responden tidak menguasai keseluruhan arti doa iftitah yang dibaca pada awal shalat. ”Secara keseluruhan mereka tidak mengetahui selengkapnya arti dari kalimat-kalimat seperti istighfar dan tahlil yang telah berulang-ulang mereka lafadzkan,” ungkap Rektor Institute for Community Leaders ini lagi.
Fenomena yang diungkapkan itu, menurut penggagas model pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Baitulmal wattamwil (BMT) ini, menjadi sederet fakta atas terjadinya kemerosotan umat yang sudah semakin jauh meninggalkan agama. Fakta-fakta hasil survei yang telah dilakukan itu, kata Amin Aziz kembali, membawa pada kesimpulan bahwa hingga kini umat Islam di Indonesia masih belum dapat terangkat derajat kehidupannya. ”Memahami Al-Fatihah saja tidak bisa, bagaimana mau menjalankan makna dan ajaran yang dikandungnya,” katanya gusar.
Amin Aziz juga menyatakan buruknya pemahaman seorang Muslim terhadap Al-Fatihah berdampak pada kualitas ibadah shalat wajib lima kali sehari. ”Sebab membaca Al-Fatihah itu merupakan prasyarat sah atau tidak sahnya shalat seseorang. Buruknya kualitas shalat ini tentu saja berimbas pada dampak lanjutnya, yakni shalat itu tidak akan mencapai tujuan mencegah dari kejahatan dan kemunkaran,” kata dia memaparkan. akb
Andrea Hirata
Cuti Demi Ibunda
Bagi penggemar Andrea Hirata, barangkali Anda harus rajin-rajin mendatangi setiap acara yang menampilkan penulis buku best seller Laskar Pelangi tersebut. Pasalnya, Andrea berniat cuti dari pagelaran apa pun demi ibunda tercinta.”Saya meninggalkan euforia ini demi ibu saya yang sekarang sedang stroke ringan,” kata Andrea usai menghadiri diskusi Laskar Pelangi Menuju Layar Lebar di 7th Islamic Book Affair 2008 di Istora Senayan Jakarta, Kamis (6/3).
Ibunya, NA Masturah Seman, saat ini berada di Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Andrea yang sudah mengambil cuti di luar tanggungan dari tempatnya bekerja, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) selama dua tahun, belum juga sempat mendatangi tanah kelahirannya untuk mendampingi ibu.
”Saya masih terikat kontrak. Saya selesaikan dulu kontrak-kontrak itu baru saya pulang,” ujarnya. Menurut dia, sebagai satu-satunya anak yang masih membujang, sudah menjadi kewajibannya menemani orang tua. Pasalnya kakak serta adiknya sudah berkeluarga. Namun, ketika ditanya tentang kapan akan menikah, Andrea hanya tersenyum. Andrea Hirata merupakan penulis novel tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.
Tiga buku dari tetralogi tersebut sudah terbit dan menjadi best seller. Bahkan, Sang Pemimpi menjadi salah satu nominasi Khatulistiwa Literary Award 2008. Buku terakhir dari tetralogi tersebut, Maryamah Karpov, akan terbit bersamaan atau usai peluncuran film Laskar Pelangi. Andrea mempercayakan pembuatan film tersebut kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. Rencananya, film yang tengah dalam proses pembuatan naskah itu akan diluncurkan pada Oktober 2008.
Menggapai Mimpi Bersama Laskar Pelangi
Anak-anak muda belia itu berbaur dengan ratusan ibu-ibu dan orangtua. Banyak dari anak muda itu masih berseragam sekolah, remaja wanita umumnya berbusana muslimah. Beberapa dari ibu-ibu menyebut diri sebagai pendidik. ”Saya datang bersama sejumlah siswa saya karena tertarik dengan buku Laskar Pelangi,” ujar seorang guru dari Bekasi
Petang itu, Kamis (6/3), Andrea Hirata penulis buku laris tersebut tampil berbicara dalam talk show ‘Menggapai Mimpi Bersama Laskar Pelangi’ di panggung utama Islamic Book Fair (IBF) 2008 di Istora Senayan, Jakarta. Andrea tampil bersama Mira Lesmana, produser film yang berniat melayarlebarkan novel berlatarbelakang pendidikan di Belitung itu.
Panggung utama IBF 2008 sesak. Tak hanya memadati bagian depan dan sekitar panggung, sebagian pengunjung sampai berjubel di balkon depan panggung yang dibatasi oleh stand-stand pameran. Bahkan, balkon bagian belakang panggung pun dipenuhi pengunjung. Mereka antusias mendengarkan penuturan Andrea sekitar proses penulisan bukunya.
Bagi Andrea Hirata, ini memang bukan kali pertama ia berdialog langsung dengan pembaca bukunya. Setelah Laskar Pelangi meledak di pasar, pria kelahiran Belitung ini bak selebriti. Namanya menjadi terkenal, wajahnya yang bulat dengan rambut ikal sudah tak asing lagi di mata banyak orang. ”Proses (penulisan) spontan saja. Kalau ada waktu, saya menulis, karena saya harus bekerja,” kata dia menjawab pertanyaan.
Rupa-rupa pertanyaan yang diajukan kepadanya. Selain proses kreatif, ada pula yang menanyakan sosok di balik cerita dalam buku itu, sampai masalah pribadi. Misalnya, soal lagu Rhoma Irama yang di dalam buku itu disebut sebagai lagu kesayangannya, tentang Aling, wanita keturunan China yang membuatnya jatuh hati, sampai ke persoalan di luar cerita dalam buku, berkaitan dengan statusnya yang hingga kini masih membujang.
Seorang siswa SMP bertanya, ”Kami kagum dengan prestasi yang diraih Lintang –salah seorang anggota Laskar Pelangi. Sekarang bagaimana?” Andrea mengatakan, Lintang dan anggota Laskar Pelangi lainnya menolak untuk tampil di depan umum. ”Karena menjadi perhatian publik sungguh tidak mudah,” ucap Andrea.
Bagaimana dengan Aling? Andrea mengakui, soal ini banyak ditanyakan kepadanya di berbagai kesempatan. Sebagaimana sebelumnya, kali ini ia masih tak memberikan jawaban tegas. Dia hanya berujar, ”Tunggulah di Mariamah Karpov.”
Mariamah Karpov adalah novel keempat yang tengah ditulisnya, melengkapi tiga novel sebelumnya. ”Ini novel yang paling sulit karena tentang perempuan,” lanjut dia. Andrea memastikan buku keempatnya itu akan memuat kisah tentang perempuan, yang tebalnya mencapai sekitar 700 halaman.
in Action
Sadar bahwa Laskar Pelangi bukanlah bentukan dirinya, Andrea Hirata enggan mengonsumsi hasil penjualan bukunya untuk pribadi. Laskar pelangi adalah panggilan ia dan teman-temannya oleh sang guru tercinta. Maka, royalti penjualan buku tetraloginya dialokasikan untuk dunia pendidikan. ”Kami berikan seluruhnya untuk Laskar Pelangi in Action,” kata Andrea.
Laskar Pelangi in Action adalah program pendidikan yang diadakan Andrea sebagai upaya pengembalian semangat pendidikan. Pasalnya SD Muhammadiyah, tempat ia bersekolah di Belitong, sudah tidak ada lagi. ”Sudah rata dengan tanah,” ujar dia.
Laskar Pelangi in Action adalah program belajar intensif bagi kelas 3 SMP dan 3 SMU. Semacam bimbingan belajar. Mereka mendapatkan pelajaran intensif untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, dan Bahasa Inggris. Program tersebut mulai efektif pada Mei mendatang.
Seberapa besar royalti yang diberikan, Andrea tidak menyebutkannya dalam angka. Ia hanya menyebutkan, dari buku bagian pertama tetraloginya, sudah beredar hampir 500 ribu eksemplar. Manajer Andrea, Dhipie Kuron menambahkan, untuk setiap buku yang dijual, Andrea mendapatkan royalti 15 persen. ”Semuanya untuk Laskar Pelangi In Action. Termasuk juga nanti royalti dari filmnya,” ujar dia.
Film
Laskar Pelangi saat ini tengah dalam proses pembuatan film. Andrea mempercayakan pembuatannya kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. Direncanakan film tersebut beredar tahun ini, beriringan atau akan diikuti dengan buku terakhir tetralogi, Maryamah Karpov.
Menurut Mira, Laskar Pelangi merupakan buku yang sangat sinematik. ”Cara Andrea menjelaskan, semua berkesan untuk dibuat fllm. Banyak kejadian menarik,” ucapnya. Bagi Mira, medium buku berbeda dengan film. Apalagi, cerita dalam buku Laskar Pelangi panjang, sehingga sulit untuk film. Namun, dia mengakui, ini suatu sinergi yang menarik. Andrea, disebutnya, menyerahkan naskah bukunya untuk diterjemahkan ke dalam sineas. ”Yang penting, jangan sampai pembaca bilang, kita tidak mendapatkan yang baru. Nanti orang bilang, mending baca bukunya saja,” tuturnya.
Mira menjelaskan Laskar Pelangi punya akar cerita yang dalam film akan betul-betul terbangun, membawa kita memahami hidup lebih baik lagi. ”Walaupun Andrea memberi kebebasan naskah bukunya diinterpretasi, tapi kami tidak jalan kalau tidak ada persetujuan Andrea. Itu jaminan awal,” kata Mira. bur/ria
Pengunjung Islam Book Fair 2008 Lampaui Target
JAKARTA–Penyelenggaraan the 7th Islamic Book Fair (IBF) 2008 yang berakhir pada Ahad (9/3) lalu berlangsung sukses. Pameran buku Islam itu mampu membetot perhatian 220 ribu pengunjung dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Total pengunjung yang datang ke ajang IBF 2008 itu mampu melebihi target yang ditetapkan panitia.
Ketua IBF 2008, M Anis Baswedan, mengatakan jumlah target pengunjung yang ditetapkan panitia mencapai 210 ribu orang. ”Alhamdulillah, pameran buku Islam tahun ini berjalan dengan sukses. Jumlah pengunjung yang datang ternyata mampu melebihi dari target yang kami tetapkan,” ujar Anis yang juga Direktur PT Akbar Media Sarana itu.
Selain itu, menurut dia, penyelenggaraan IBF 2008 pun banyak diminati perusahaan penerbit dan media. Kata Anis, tak kurang dari 203 stan pameran yang dibuka di Istora Senayan habis terjual. Bahkan, papar Anis, banyak penerbit Islam yang mengeluh karena kehabisan stan. Total perusahaan yang ikut ambil bagian dalam pameran itu mencapai 83 perusahaan.
Saat ditanya mengenai besaran transaksi yang dicapai selama pelaksanaan pameran dari tanggal 1 sampai 9 Maret 2008 itu, Anis mengaku tak mengetahuinya. Menurut dia, panitia tak pernah bisa menghitung secara akurat total transaksi selama pameran berlangsung. ”Insya Allah, masing-masing stan merasa puas. Apalagi jumlah pengunjungnya begitu banyak,” ungkap Anis.
Panitia IBF 2008, tutur Anis, telah mengevaluasi pelaksanaan pameran yang telah berlangsung selama sembilan hari itu. Hasil evaluasi itu antara lain, pelaksanaan IBF 2009 harus menyediakan stan yang lebih banyak. Alasannya, pada pameran tahun ini banyak penerbit yang tak bisa ikut ambil bagian karena keterbatasan tempat.
”Untuk tahun depan, kita akan lakukan penambahan stan. Tempatnya masih tetap di Istora Senayan,” papar Anis. Selain itu, panitia juga telah mengevaluasi perlunya penambahan tempat wudhu dan shalat. Pasalnya, pada ajang IBF 2008, banyak pengujung yang mengeluah kurangnya tempat shalat dan wudhu.
Menurut dia, sebenarnya panitia sudah jumlah menambah kran untuk wudhu, namun ternyata tak mampu melayani para pengunjung dalam waktu bersamaan. Sehingga, pengunjung masih harus antre mengular karena jumlahnya sangat banyak. ”Insya Allah, tahun depan fasilitas shalat dan wudhu akan kami tingkatkan.”
Panitia berharap IBF bisa jadi pameran buku paling bergengsi di Tanah Air. Tahun ini, gelaran IBF mendapat perhatian media internasional.
Cut Putri
Peduli Wakaf Alquran
Anda ingin menanamkan investasi amal untuk akhirat nanti? Bergabunglah dengan Gerakan Mahabbah (Gema) Alquran yang dikomandani Cut Putri. Wanita yang ketika bencana Tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004 menjadi buah bibir masyarakat Indonesia dan internasional karena keberaniannya mengabadikan peristiwa mengerikan tersebut melalui handycamnya, kini sibuk mendatangi berbagai tempat untuk menghimpun wakaf Alquran. Alquran itu nantinya bakal disumbangkan bagi masyarakat yang kurang mampu termasuk mereka yang terkena bencana alam.
”Gema Alquran berusaha menjadi bagian dari solusi minimnya Alquran yang dimiliki umat Islam Indonesia, terutama bagi mereka yang terkena bencana di sejumlah daerah. Silahkan mewakafkan Alquran melalui Gema Alquran,” ajak wanita berdarah Aceh ini ketika ditemui Republika di sela-sela kesibukannya menjaga stand miliknya di Islamic Book Fair di Istora Senayan Jakarta, pekan lalu.
Menurut Cut Putri yang dipercaya menjadi ketua Yayasan Gema Alquran, dalam keadaan normal saja, masih banyak warga Muslim Indonesia yang belum memiliki Alquran. Apalagi ditambah dengan seringnya bencana alam yang menghancurkan banyak aset bangsa, termasuk aset umat Islam terpenting, yaitu Alquran. Karena itu, ia pun mengajak umat Islam mencari solusi demi meratanya kepemilikian mushaf Alquran untuk setiap warga Muslim Indonesia.
”Kami mengajak seluruh umat Islam Indonesia baik lembaga, instansi, maupun perorangan untuk bersama-sama mewujudkan kebiasaan saling memberi mushaf Alquran untuk saudara-saudara kita yang sangat membutuhkannya.” paparnya. Seruan Cut Putri ini merupakan ajakan yang sangat simpati yang sepantasnya kita sambut hangat.
ISLAMIC BOOK FAIR 2008 (JADWAL)
Februari 21, 2008Jadwal Acara Islamic Book Fair (1-9 Maret 2008)
Start: Mar 1, ’08
End: Mar 9, ’08
Location: Istora Senayan, Jakarta
Assalamu’alaikum, Semoga membantu.
Sabtu, 1 Maret 2008
10.00-12.00 Pembukaan 7th Islamic Book Fair (Panggung Utama)
Hiburan Debu
13.00-15.00 25 Tahun Mizan Menjelajah Semesta (Panggung Utama)
Bersama: Asma Nadia, dkk.
13.00-15.00 Bedah Buku “Muhammad Saw Super Leader Super Manager” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Dr. M. Syafii Antonio
16.00-18.00 Bedah Buku “Oktober 2015 Imam Mahdi akan Datang” (Panggung)
Pembicara: Ir. Sayuti Asatiri (Wakil Komisi II DPR)
19.00-21.00 Talkshow bersama K.H Abu Bakar Baasyir & Abu Jibriel (Panggung)
Ahad, 2 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Hikayat Doa” (Panggung)
Pembicara: Syu’bah Asa, KH. Abdurrahman Wahid, Chaerul Umam
10.00-12.00 Talk Show ” Mengungkap Konspirasi Asing di balik Aliran Sesat” (Ruang Anggrek)
Bersama: Munarman SH (Mantan Ketua YLBHI) Muhammad Al Kahththath (Sekjen FUI) Prof. DR. Nasarudin Umar* (Dirjen Bimas Islam)
13.00-15.00 Bedah Buku ” Mossad Behind Every Conspiracy” (Panggung)
Bersama Herry Nurdi
13.00-15.00 Bedah Buku “Magnet Muhammad” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Bambang Trimansyah
16.00-18.00 Bedah Buku ” Kebebasan Financial” (Panggung)
Pembicara: Ahmad Gozali
19.00-21.00 Bedah Buku “The Power of Al-Fatihah” (Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Ir. M. Amin Aziz
Senin, 3 Maret 2008
08.30-12.00 Field Trip SD & TK (Ruang Anggrek & Outdoor)
10.00-12.00 Talk Show “Khilafah Centre” (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show Bank Syariah Mandiri (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show ” Marketing Strategi” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Fredy Rangkuti
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” (Panggung)
Pembicara: DR. Hidayat Nurwahid. MA (Ketua MPR) Prof. DR. Nasarudin Umar
16.00-18.00 Bedah Buku “Hukum Waris” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Subhan Nurmahmudi & Boby Herwibowo
19.00-21.00 Talk Show “Smart Healing, Kiat Hidup Sehat Menurut Nabi”
Bersama: Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf, Sandrina Malakiano
Selasa, 4 Maret 2008
10.00-12.00 Diskusi dan Demo Interaktif : SEFT (Panggung)
Bersama : Ahmad Faiz
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Soft Launching Format Baru Majalah Sabili (Panggung)
13.00-15.00 Seminar “Copyright”
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam Politik” (Panggung)
Bersama: Anis Baswedan, Ph.D
16.00-18.00 Talk Show “Mengenal Allah dengan Cinta” (Ruang Anggrek)
Bersama: Ummu Ghaida Muthmainnah & Ira Istadi
19.00-21.00 Talk Show “Debu” (Panggung), Bersam Grup DEBU
Rabu, 5 Maret 2008
10.00-12.00 Tausiyah oleh Syekh Muhammad Sayid Sabiq (Penulis Buku Fiqih Sunnah) – Panggung
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam Pendidikan” (Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Arief Rachman M.Pd & Setia Darma Majid
16.00-18.00 Talk Show Majalah Gontor (Panggung)
Bersama: K.H Abdullah Syukri Zarkasy
16.00-18.00 Peluang Promosi di Media Cetak (Ruang Anggrek)
Bersama: Irwan Kelana (Wartawan Republika)
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)
Kamis, 6 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Perspektif Islam dalam Kristologi” (Panggung)
Bersama: Ust. Solichan & Adian Husaeni MA.*
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah & Maisyah” (Persiapan Keuangan Menuju Pelaminan) – Panggung
Bersama: Ahmad Gozali
16.00-18.00 Talk Show “Menggapai Mimpi bersama Laskar Pelangi” (Panggung)
Bersama: Andrea Hirata
16.00-18.00 Training Insight “Membangun Pribadi Sukses & Launching CD Interaktif Insight” (Ruang Anggrek)
Bersama: BS Wibowo
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)
Jum’at, 7 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show “Majalah Ummi & Annida”
Bersama: Ust. Yusuf Mansyur (Panggung)
13.00-15.00 Bedah Buku “Nazharat Fi Risalah Ta’lim” (Panggung)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir & Muhammad. Syamlan
13.00-15.00 Bedah Buku “Bercermin kepada Bening” (Panduan Taubat untuk Wanita) – Ruang Anggrek
Bersama: Anneke Putri
16.00-18.00 Bedah Buku “Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib” (Panggung)
Bersama: Adian Husaeni MA. & Asep Sobari Lc.
16.00-18.00 Bedah Buku “Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Agama” (Ruang Anggrek)
Bersama: Hartono Ahmad Jaiz & Ust. Kholil Ridwan (MUI)
19.00-21.00 Tafsir Imam Syafi’i (Panggung)
Bersama: Syeikh Ahmad Mustafa Al- Farran
Sabtu, 8 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku Rame-rame “Kelompok Penerbit Pro-U Media” (Panggung)
Bersama: Salim A Fillah, M. Fauzil Adhim, Fatan Fantastic,
Budi Hartono, Mas Udik Abdulah, Nazip Masykur
13.00-15.00 Talk Show Penerbit Zikrul Hakim (Panggung)
13.00-15.00 Training “Speed Reading & Launching CD Interaktif Speed Reading” (Ruang Anggrek)
Bersama: Erwin Kurnia Wijaya S.Pd
16.00-18.00 Bedah Buku “Eramuslim Digest” (Panggung)
Bersama: Rizki Ridyasmara
16.00-18.00 Launching Film Ayat-ayat Cinta (Ruang Anggrek)
Bersama: Artis-artis Film Ayat-ayat Cinta
19.00-21.00 Grandfinal Festival Nasyid (Panggung)
Ahad, 9 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show ESQ “Kids & Parenting (Panggung)
Trainer ESQ Kids & Ibunda Ari Ginanjar
10.00-12.00 Talk Show “Bismillah Aku Berjilbab” (Ruang Anggrek)
Ustz. Dedeh Rosyidah (Mamah Dedeh) & Cici Tegal
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah the True Beauty” (Panggung)
Bersama Marissa Haque
13.00-15.00 Bedah Buku “30 Shirah Tokoh Wanita Thabi’in” (Ruang Anggrek)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir, Ustz Siti Fathiyah Khotib. Lc, MA.
16.00-18.00 Konser Nasyid Akbar & Musikalisasi Puisi (Panggung)
Bersama: Shoutul Harokah, Ar Ruhul Jadid, Izzatul Islam, Thaufail Al Ghifari, Ust. Jambary, Taufik Ismail, I.R. A, Samurai Syuhada
16.00-18.00 Ilusi Demokrasi (Ruang Anggrek), bersama Zaim Saidi
18.15-19.00 Pengumuman Stand Terbaik (Panggung)
19.00-21.00 Tausyiah “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” (Panggung)
Bersama: KH Abdullah Gymnastiar
Jangan sampai dilewatkan ……
QURBAN TERBAIK
November 23, 2007tulisan dari seorang teman, sesama pengurus DKM sebuah masjid di bilangan Sukahati, Cibinong, Bogor. semoga bermanfaat dan dapat dipetik manfaat dan tausyiyahnya. Amin ya robbal alamin
QURBAN TERBAIK
Oleh
Jojo Wahyudi
Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.
Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.
Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti. Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.
” Berapa harga kambing yang itu pak ?” ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.
” Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang” kata si pedagang berpromosi
matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.
” Tidak bisa turun pak?” kataku mencoba bernegosiasi.
” Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal” si pedagang bertahan.
” Satu juta lima ratus ribu ya?” aku melakukan penawaran pertama
” Maaf pak, masih jauh.” ujarnya cuek.
Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.
” Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?” kataku
” Masih belum nutup pak ” ujarnya tetap cuek
” Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?” ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.
” Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri. Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput” kata si pedagang meledek.
Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu. Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil. Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.
” Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?” kataku kemudian
” Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah” katanya
Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian “korpri” yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.
” Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?” katanya kagum
” Dua juta tidak kurang tidak lebih kek.” kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.
” Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?” kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan
” bisa di tawar-kan ya mas ?” lanjutnya mencoba negosiasi juga.
” Cari kambing yang lain aja kek. ” si pedagang terlihat semakin malas meladeni.
” Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini). Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas.” katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.
” Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?” lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja. Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.
” Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah” si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan
” Ora ono ongkos kirime tho…?” (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih
” Dua juta sudah termasuk ongkos kirim” si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek
” mau di antar ke mana mbah?” (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)
” Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)” kata si kakek sambil menerimanya
” tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman, takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu).”
Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku. Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.
Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku. Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya. Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek. Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan. Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing. Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi, yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super, yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya, yang sanggup mengkoleksi “raket” hanya untuk olah-raga seminggu sekali, yang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus
Tapi apa yang aku pikirkan? Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku, yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana. Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.
Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia
balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini
ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu
(Cikini, 12-11-07)
10 CARA MENYAMBUT RAMADHAN
September 11, 200710 CARA MENYAMBUT RAMADHAN
Oleh : Musyaffa’ Ahmad Rahim, Lc.1. Memperbanyak doa agar :
a. Allah SWT memberi kesempatan kita untuk bertemu Ramadhan.
b. Saat bertemu Ramadhan kita dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
c. Kita bersemangat dalam mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shalih.
d. Kita dihindarkan dari berbagai hal yang akan mengganggu upay a optimalisasi Ramadhan.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- semenjak memasuki bulan Rajab mengucapkan doa :
Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan umur kami di bulan Ramadhan”. (Hadits diriwayatkan oleh Ahmad dan Ath-Thabarani, tapi sanadnya dho’if).
Dan saat beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- melihat munculnya hilal yang menjadi pertanda awal bulan, beliau berdo’a:
Dari Ibnu Umar -radhiyallahu ‘anhu- ia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- jika melihat hilal beliau bersabda: “Allah Maha Besar, ya Allah, jadikanlah hilal ini hilal yang membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufiq kepada segala hal yang dicintai dan diridhai Tuhan kami, Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah”. (H.R. Ahmad dan Ad-Darimi, redaksi yang dipergunakan adalah redaksinya, juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan dinilai shahih olehnya).
Diriwayatkan juga bahwa saat Ramadhan tiba, beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berdo’a:
Ya Allah, selamatkan saya untuk Ramadhan dan selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan dia sebagai amal yang diterima untukku (H.R Ath-Thabarani dan Ad-Dailami).
Setelah kita berdoa dan doa kita dikabulkan Allah SWT, hendaklah kita istiqamah (konsisten) dengan apa yang kita minta serta tidak mengikuti jalan orang-orang yang tidak berilmu, sebagaimana tersebut dalam cerita nabi Musa dan Harun -’alaihima al-salam-. Allah SWT menceritakan kejadian itu dalam firman-Nya:
Allah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”. Q.S. Yunus: 89).
2. Memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadhan.
Imam Nawawi berkata: “Disunnatkan bagi siapa saja yang mendapat kenikmatan baru yang tampak jelas atau bagi yang terhindar dari cobaan yang tampak jelas untuk melakukan sujud syukur atau memperbanyak pujian kepada Allah”.
Dan merupakan kenikmatan terbesar saat kita mendapatkan taufiq untuk melakukan ketaatan, dan saat kita memasuki Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat adalah sebuah kenikmatan besar yang patut kita ekspressikan dengan memperbanyak pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT.
3. Bergembira dan ceria atas kedatangan Ramadhan.
Tersebut dalam hadits bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyampaikan berita gembira kepada para sahabat tentang kedatangan bulan Ramadhan.
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- ia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- saat Ramadhan tiba bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, Allah telah wajibkan atas kalian puasa di siang harinya, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu, pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang (H.R. Ahmad).
Begitu juga para salafush-shalih, mereka menampakkan ekspresi kegembiraan yang berlebih bila bulan Ramadhan riba.
4. Menyusun perencaan yang baik untuk optimalisasi Ramadhan.
Banyak orang menyusun rencana matang dan rinci untuk urusan dunianya, namun, sering sekali lupa menyusun rencana yang baik untuk akhiratnya. Ini pertanda bahwa mereka belum memahami dengan baik missi hidupnya. Karenanya, banyak peluang kebaikan luput dari mereka. Mengingat Ramadhan banyak menjanjikan berbagai kebaikan, sudah selayaknya bila seorang muslim memiliki rencana yang matang dalam hal ini. Buku pendek yang ada di tangan anda ini semoga bisa membantu dalam hal ini.
5. Tekad yang sungguh-sungguh untuk optimalisasi Ramadhan, mengisi waktu-waktunya dengan berbagai amal shalih.
Siapa yang berazam dengan sesungguhnya kepada Allah SWT niscaya Dia akan sungguh-sungguh pula dalam merealisasikan tekadnya serta memberi pertolongan kepadanya untuk berbuat taat dan memudahkan berbagai jalan kebaikan. Allah SWT berfirman:
Tetapi jika mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (Q.S. Muhammad: 21)
6. Ilmu dan pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum Ramadhan.
Adalah kewajiban setiap mukmin untuk beribadah kepada Alalh SWT atas dasar ilmu dan pemahaman, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kwajiban-kewajiban yang telah Allah SWT fardhukan atas hamba-hamba-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah puasa Ramadhan. Karenanya, seyogyanya setiap muslim mengetahui masalah-masalah puasa dan hukum-hukumnya sebelum bulan puasa itu datang, agar puasa yang dia lakukan menjadi sah dan diterima di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman:
Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kalian tidak mengetahui (Q.S. Al-Anbiya’: 7).
7. Tekad yang kuat untuk meninggalkan dosa dan keburukan, serta taubat yang benar dari segala kemaksiatan, mencabut diri darinya serta tidak akan kembali kepadanya, sebab bulan Ramadhan adalah syahrut-taubah (bulan taubat), oleh karena itu, siapa saja yang tidak bertaubat pada bulan ini, kapan lagi ia akan bertaubat?
Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung (Q.S. An-Nur: 31).
8. Pengkondisian jiwa dan ruhani melalui bacaan, telaah kitab dan buku, mendengar kaset Islami yang berisi ceramah atau pelajaran yang menjelaskan keutamaan-keutaam puasa dan hukum-hukumnya agar jiwa menjadi kondusif untuk taat. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah menyiapkan jiwa dan spirit para sahabat untuk optimalisasi Ramadhan pada akhir bulan Sya’ban. Beliau bersabda:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan … (H.R. Ahmad dan Nasa-i).
9. Persiapan dan perencaan yang baik untuk melakukan dakwah, melalui:
a. Menyiapkan bahan-bahan ceramah yang baik untuk disampaikan dalam kesempatan-kesempatan kultum yang ada.
b. Membagikan buku-buku mau’izhah, dan fiqih terkait dengan Ramadhan.
c. Menyiapkan hadiah Ramadhan. Bisa saja isinya berupa buku, kaset dan semacamnya, lalu dikemas khusus dengan label: “Bingkisan Ramadhan”.
d. Mengingatkan kepada orang-orang yang memiliki kecukupan untuk memperhatikan fakir miskin, memperbanyak sedekah dan menunaikan zakat.
10. Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih bersama:
a. Allah SWT dengan cara bertaubat dengan sesungguhnya.
b. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan cara taat kepadanya dalam hal yang ia perintahkan dan meninggalkan segala yang dicegah dan dilarang.
c. Kedua orang tua, istri/suami, anak-anak, kerabat, sanak famili, handai tolan dan semacamnya.
d. Masyarakat tempat ia bertempat tinggal agar menjadi hamba yang shalih dan bermanfaat. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Seutama-utama manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
Semoga Allah SWT berikan taufiq, hidayah dan kekuatan kepada kita semua untuk bisa memaksimalkan bulan Ramadhan tahun ini, dan semoga kita semua diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan ba’da Ramadhan dalam keadaan yang terbaik, amiin
sumber : Gamais-Ramadhan 1427 H : ramadhan.gamaisitb.org
Ditulis oleh agus rasidi