CD Kompilasi Software Islami
Juni 13, 2008Buku Best Seller & Baru Terbitan Gema Insani Press ( GIP )
Maret 26, 20089. Buku “MENDIDIK ANAK MEMBACA, MENULIS DAN MENCINTAI AL QUR’AN”
oleh Ahmad Syarifuddin
Semua orang tua pasti sangat berharap anaknya menjadi anak yang saleh. Anak yang berbakti kepada Allah dan Rasul-Nya serta kedua orang tuanya. Salah satu cara yang terpenting untuk menuntun dan membinanya adalah dengan mendidiknya membaca dan menulis Al-Quran sejak masa kanak-kanak, baik itu dididik oleh guru maupun orang tuanya. Sehingga, si anak dapat memahami makna dan kandungan isi Al-Quran. Pada akhirnya, si anak akan mencintai Al-Quran secara utuh. Bagaimana caranya? Simaklah buku ini.
Harga Buku : Rp 29.900 Diskon 15 persen menjadi hanya Rp 25.500,-
10. BUku “KISAH-KISAH TELADAN UNTUK KELUARGA” oleh Dr.Mulyanto
KISAH merupakan unsur yang melekat dalam kehidupan kita. Kisah para rasul, sahabat nabi, pejuang-pejuang Islam, dan orang-orang sukses sangatlah banyak. Seluruh kisah itu belum sampai kepada kita, baik secara lisan maupun tulisan. Padahal, banyak pelajaran dan contoh-contoh kebaikan yang dapat diambil darinya.
Kisah-kisah dalam buku ini mencakup berbagai hal, mulai dari pelajaran yang diambil sampai pada tokoh-tokoh yang diceritakan; mulai dari kegagalan sampai pada kesuksesan; dan mulai dari kepahitan sampai pada kemanisan hidup. Inilah kisah-kisah yang dimaknai oleh Dr. Mulyanto dalam buku ini. Kisah-kisah yang dapat dijadikan teladan oleh seluruh anggota keluarga.
Harga Buku : Rp 35.000 Diskon 15 persen menjadi hanya Rp 29.750.,-
================================================
Kesemua buku-buku diatas, adalah buku BERCOVER TEBAL, dan penting dimiliki oleh keluarga Muslim, dan sekaligus melengkapi koleksi perpustakaan di Rumah Anda. Bisa pula Anda hadiahkan Buku ini sebagai kado ulangtahun / pernikahan / kelahiran kerabat, teman dan rekan Anda di kantor.
Pembelian mencapai nilai total Rp 500.000 atau lebih akan memperoleh diskon tambahan 5 persen per bukunya.
Berlaku kolektif (pembelian) dan berlaku kelipatan.
Yang berminat bisa menghubungi saya via email : rasidi@wicaksana.co.id dan mohon di cc kan ke agus.rasidi@gmail.com .
Belum termasuk Ongkos Kirim .
Semoga berkenan.
wassalam / agus rasidi
Antara Bekerja dan Berusaha
Juni 26, 2007Antara Bekerja dan Berusaha
Pendahuluan
Jika dikaji sebenarnya dalam hidup kita selama satu hari ada sekian
ketersediaan tenaga dan pikiran kita, Kita beri nama spot tenaga dan
pikiran. Sekarang diasumsikan kita dalam sehari memiliki 20 spot.
Kalau kita sudah bekerja selama beberapa tahun berarti pekerjaan tersebut
kita sudah kuasai benar, sehingga mungkin untuk pekerjaan hanya terpakai 5
spot, yang berarti kita punya 15 spot waktu kosong, dimana 10 spot untuk
keluarga berarti tinggal 5 spot kosong. Nah spot kosong ini yang kita
gunakan untuk mencari tambahan penghasilan, mungkin dengan membaca buku
“memulai usaha dari nol” (dapat dibeli di toko buku), browsing internet
untuk situs-situs yang berisi tentang usaha dan dagang ( kewirausahaan )
seperti www.eramuslim.com (rubrik konsultasi bisnis), www.bundainbiz.com ,
www.republika.co.id ( rubrik konsultasi bisnis ) dan lain-lain yang dapat
membantu kita mencari ide-ide bisnis untuk mengisi 5 spot ini…
Jika kita keluar dari pekerjaan dan pindah pekerjaan baru, berarti ada
dimungkinkan proses adaptasi yang memakan 15 spot sehari, yang berarti
mengurangi jatah untuk keluarga dan income tambahan.
Pilihan antara dua…. pilihan terserah kita…..
Jangan berhenti dari bekerja dari perusahaan dimana kita bekerja sekarang.
Karena jika anda berhenti dengan pesangon kecil, dan mulai usaha, apakah ada
yang menjamin usaha sukses ?
Lebih baik anda usaha sampingan, dimulai dengan modal kecil (sisihkan setiap
bulan dari Gaji) dan mulai beberapa bulan kemudian. Resiko lebih kecil,
apabila usaha gagal. Nah, kalau usaha sudah mulai besar, dan sudah lancar,
baru kita meninggalkan pekerjaan kita sekarang. Karena pada saat baru buka
usaha, anda tetap perlu membiayai Operasional khan ? (Listrik, telpon,
makan,dll). Uangnya bisa dari Gaji Bulanan.
Apakah penghasilan dari tempat kita dapat mencukupi kebutuhan sekeluarga,
atau bahkan ada lebihnya? Kalau cukup atau bahkan ada lebihnya, jangan
mengambil tindakan untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang. Karena keadaan
sekarang ini yang sangat di butuh kan adalah penghasilan tetap dulu, setelah
itu baru kalau mau cari tambahan lebih baik. Nah kalau memang ada lebih
dari kebutuhan pokok, dari situ lah bisa kita pergunakan untuk usaha
kecil-kecilan.
Jangan sampai nantinya kalau kita sudah keluar dari pekerjaan dan melakukan
usaha tetapi di tengah jalan macet usahanya. Karena itu penghasilan tetap
itu perlu sebelum kita benar-benar mantap.
Dalam mengambil keputusan harus ditimbang sampai matang Ada nasehat bijak
dari beberapa pakar manajemen, “bukan seberapa besar penghasilan yg kita
dapatkan, tapi seberapa besar yg bisa kita hemat”, Apakah langkah
penghematan yg kita lakukan sudah cukup efektif atau belum. Ada baiknya
di-review lagi.
Solusi dan Strategi
Ada beberapa nasihat bijak yg bisa kita terapkan (ingat bukunya Robert T.
Kiyosaki tentang teori kuadran). Nah, mungkin tidak ada salahnya kita mulai
memikirkan soal passive income, bisa jadi karena tuntutan realitas, gaji yg
kita terima justru terasa tidak mencukupi, tapi dengan ada back up dari
passive income, diharapkan kita tidak terburu-buru untuk meninggalkan
pekerjaan kita sekarang. Meninggalkan pekerjaan itu berat lho, apalagi belum
ada kepastian langkah selanjutnya.
Beberapa pertimbangan :
[1]. Coba review lagi langkah-langkah penghematan, ajak istri kita diskusi
intensif, jadikan dia mitra kita, bukan bawahan yg menunggu instruksi kita.
Coba buat 2 kolom, yg satu isi dengan asset dan satunya lagi liabilities.
Kolom asset silahkan isi dengan semua item yang menghasilkan uang ke kantong
(misalkan deposito, saham, reksadana dan lain-lain) dan kolom liabilities
silahkan isi dengan semua item yang mengeluarkan uang dari kantong(misalkan
teve, DVD, dan lain sebagainya). Motor kalau dia cuma dipakai, itu masuk
liabilities, karena tiap bulan kita keluar uang buat mengangsur atau biaya
operasional termasuk oli, kecuali kalau motor itu disewakan ke tukang ojek
tiap malam atau sabtu – ahad, bisa masuk asset karena menghasilkan uang.
[2]. Coba rancang PASSIVE INCOME ala Robert T. Kiyosaki. Intinya sambil
menekuni pekerjaan saat ini, tetap menghasilkan uang, sambil tidur pun uang
tetap masuk kantong. Misalkan ikut MLM syariah, menanam modal investasi ke
usaha-usaha yang prospektif (misalkan ada orang yg kita percaya skillnya
juga amanah, dia mau jualan bakso / nasi goreng / pecel lele, kita bisa
bertindak jadi investor( kalau ada uangnya ), sedangkan kalau tidak ada
uangnya, kita bisa jadi manajer investasi= kumpulkan teman atau sahabat kita
yang kelebihan uang, kita atur skema penanaman modal plus hitungan bagi
hasilnya, atau bisa juga fungsi channelling atau makelar, yang tidak perlu
modal karena cukup mempertemukan antara penjual dan pembeli dan kita akan
mendapatkan komisi yang halal.
[3]. Nah, jika sukses, kita punya spare waktu untuk merancang bisnis masa
depan. Apa skill, minat, channel yg kita miliki (investor, kolega,
supplier, konsumen, dan lain sebagainya).
[4]. Banyak-banyak bersyukur dan memantapkan sifat qana’ah kita,
jangan-jangan kita kurang bersyukur dan kurang menerima apa yg Allah
berikan. Syukur dan qana’ah bukan berarti kita berpuas diri dalam situasi
serba tidak cukup, tapi berusaha menjadi better living.
Antara Safir Senduk dan Robert T. Kosiyaki
Ingat bukunya Safir Senduk yang menggugurkan teori Robert T. Kiyosaki yg
menyarankan keluar dari pekerjaan kita sekarang dan beralih ke
bisnis.Sebenarnya ada kesamaan benang merah antara buku-buku Kiyosaki dengan
buku Safir Senduk yakni sama-sama berhemat & sama-sama mengandalkan passive
income, bedanya Safir Senduk lebih bertahan di sisi karyawan sementara
Kiyosaki lebih ekstrem: keluar dari pekerjaan dan fokus di bisnis.
Berdagang ( berwirausaha / wiraswasta )
JIka ingin berdagang, kita petakan dulu segmen pasar kita, kebanyakan kita
cuma sekedar asal berdagang tanpa memikirkan strategi, perlu diingat juga
utk produk-produk yang familiar di masyarakat bahwa market share mereka
cukup ketat berkompetisi, juga bisa dilihat dari life cycle barang tersebut:
apakah barang yang cepat habis terpakai sehingga konsumen kembali mencarinya
bila kehabisan stok? kebanyakan yang beralih ke sembako karena turn over
barang sangat cepat, marjin (keuntungan) tipis tapi dengan volume penjualan
yang meningkat akan menghasilkan uang yang banyak juga.
Ada 3 line business yg tidak pernah sepi peminat, meskipun kondisi ekonomi
lagi tidak stagnan plus resesi: pendidikan, kesehatan dan makanan.
Dalam berbisnis hendaknya membangun network yang terintegrasi ; ber-amal
jama’i dalam bisnis karena kadang berat beban bisnis tidak bisa kita pikul
sendiri, apalagi sambil menekuni pekerjaan utama kita, kendala waktu dan
finansial jadi hambatan pokok, inilah pentingnya kerjasama; ber-ta’awun
dengan rekan bisnis kita sebagai satu tim yang solid. Ingat wasiat ulama
salafus saleh, “jika ingin melihat akhlak seseorang jangan dari
aktifitasnya di masjid, tapi lihat aktifitas bisnisnya”
Allah sebaik-baik pemberi Rezeki
Kita tidak perlu merasa risau dengan rezeki yang Allah janjikan pada
manusia, karena Allahu Khaairan Raaziqin (Sebaik-baiknya pemberi rezeki)
hanya perlu dicatat bahwa kita tidak bisa berpangku tangan dalam menyongsong
rizki yang telah Allah janjikan tersebut, besar – kecil yang akan kita
terima selama ia diperoleh dengan jalan Halal dan Baik, maka Insya Allah
akan menjadi Barokah, daripada besar namun tidak barokah.
Penutup
Sebagai penutup, kiranya perlu kita ingat beberapa hal berikut ini :
(1) tolong Agama Allah :
“Hai orang-orang mukmin, JIKA KAMU MENOLONG (AGAMA) Allah, niscaya DIA AKAN MENOLONGMU dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS 47:7)
(2) bertaqwa serta tawakkal pada Allah :
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan
keluar_Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan
barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya.” (QS.Ath Thalaq :2-3)
(3) jangan khawatir tidak mendapatkan rezki :
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya
sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Ankabuut 29:60)
(4) dan ketika kita sudah meniatkan dengan sungguh-sungguh maka akan datang
cobaan bagi kita :”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan
bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang
beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS 2:214)
Kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan hanya menerima kemudahan-kemudahan saja. Orang-orang bijak berkata, bahwa hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang-kadang di atas, kadang-kadang di bawah. Ketika kita sedang di bawah, hendaknya kita berusaha dan bersiap-siap, untuk suatu saat kita sampai di atas. Dan ketika kita sedang di atas, hendaknya kita juga harus bersiap-siap, karena perjalanan ke depan pasti bergerak ke bawah.
Demikian mudah-mudahan bisa menjadi pemicu semangat kita dalam bekerja dan
berusaha untuk menghidupi keluarga.. Hasbunallaha wa ni’mal wakiil ni’mal
maula wa ni’man Nashiir.
———————————————————-
tulisan ini bersumber dari masukan, saran dan solusi yang dikemukakan
beberapa narasumber ketika salah seorang miliser mengemukakan beberapa
persoalan dalam bekerja dan berusaha untuk menghidupi keluarga, antara tetap
bekerja di sebuah perusahaan atau hijrah dari perusahaan tersebut dan
berwiraswasta.
semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amin ya rabbal alamin.
oleh Agus Rasyidi
Ditulis oleh agus rasidi